Rabu, 30 September 2015

INSTALASI PC
Keamanan  keselamatan Kerja (K3)
Sebelum merakit sebuah PC ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :

1. Hindari merakit dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan menetes keperalatan yang sedang kita rakit tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan arus pendek dan dapat merusak hasil rakitannya.

2. Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki prossesor yang ada termasuk chipset. Karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusak komponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan tubuh kita dengan cara memegang casing saat power dihidupkan atau dengan memakai gelang anti statis tanpa harus pegang casing.

3. Pada setiap tahap perakitan sebelum menambahkan komponen yang baru, power supply harus dimatikan. Memasang komponen pada saat power supply hidup akan merusak komponen yang akan di pasang dan komponen lainnya.

4. Jangan lupa menyiapkan peralatan dan bahan-bahan sebelum memulai perakitan, agar seluruh kegiatan perakitan tidak terhambat pada kemungkinan kurangnya peralatan yang ada.

5. Hindari pemasangan komponen harddisk dengan kasar, karena dapat merusak harddisk tersebut.

Alat dan Bahan

Alat :
1. Obeng Plus (+)
2. Obeng Minus (-)
3. Tang Lancip (Capit Buaya)
4. Multimeter/Multitester
5. Pinset
6. Gelang Anti Static

Bahan :

1. Motherboard
Motherboard adalah papan induk atau papan rangkaian utama pada komputer, yang berisi rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai pusat pengolahan.

2. Processor
Processor adalah komponen komputer yang paling utama karena sangat menentukan baik buruknya kinerja komputer (otaknya komputer). Berfungsi sebagai pengolah data didalam sistem komputer. 

Jenis processor yang sering dipakai dalam merakit pc/komputer sendiri yang baik dan benar untuk game maupun biasa ada 2 yaitu Intel dengan tipe pentium III, pentium 4, dual core, quad core, core i3, core i5, core i7 dan AMD dengan tipe sempron, athlon, sampai phenom.

3. Heatsink (Kipas)
Heatsink adalah kipas pendingin processor dan komponen yang lain, karena suhu di processor sangat panas sekali.

4. Harddisk
Harddisk adalah sebuah komponen perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi  piringan magnetis. Berfungsi sebagai penyimpan data untuk dapat meningkatkan kinerja komputer.

5. Memory (RAM)
RAM (Random Acces Memory) adalah Internal Memory, yang berfungsi untuk menyimpan data.

6. Floppy Disk Drive (FDD)
FDD adalah sebuah perangkat penyimpanan yang berfungsi untuk menghubungkan perpindahan data, pembacaan data atau “ penulisan” data dari PC kedalam sebuah Disket.

7. CD/DVD Drive
CD/DVD ROM adalah sebuah perangkat penyimpanan yang berfungsi untuk menghubungkan data, perpindahan data, pembacaan data atau “ penulisan” data dari PC kedalam sebuah CD/Kaset

8. Kartu Grafis (VGA Card)
VGA Card (Video Graphics Adapter) adalah sebuah komponen yang berfungsi untuk menerjemahkan keluaran komputer ke monitor. Untuk proses desain grafis atau bermain permainan video, diperlukan kartu grafis yang berdaya tinggi.

9. Sound Card
Sound Card adalah sebuah perangkat yang berbentuk lempengan PCB dan mampu mengolah serta menghasilkan suara. Bertugas untuk menunjang fungsi suara dalam PC multimedia.

10. Power Supply
Power Supply adalah sebuah perangkat komputer yang berfungsi untuk mengalirkan listrik ke setiap bagian komputer agar dapat berjalan.

11. Casing

12. Keyboard & Mouse

13. Monitor

Langkah-langkah Perakitan

Berikut ini adalah langkah-langkah perakitan CPU.

1. Letakkan motherboard pada tempat yang datar dan jangan lupa beri alas dengan permukaan yang lembut agar motherboard tidak tergores atau putus jalur komponennya.

 2. Pasang processor pada motherboard. Pemasangan processor usahakan diluar casing agar memudahkan anda dalam pemasangan processor tersebut. Pemasangan processor disesuaikan dengan jenis processor dan motherboard yang digunakan.

 3. Setelah prosessor terpasang kemudian lakukan pemasangan kipas processor.

 4. Pasang RAM pada slot RAM yang tersedia pada motherboard. Pemasangan RAM pada slot harus mengikuti aturan karena apabila terjadi kesalahan dalam pemasangan dapat membuat RAM dan motherboard rusak atau terbakar.
5. Siapkan casing untuk pemasangan semua komponen yang sudah di sediakan.

6. Setelah menyiapkan casing pasanglah catu daya atau power supply seperti gambar dibawah ini.
7. Setelah itu masukkan motherboard pada casing secara perlahan agar motherboard tidak rusak. Pada saat pemasangan motherboard, perhatikan konektor mouse, keyboard, serial, vga dan sound agar terpasang dengan panel yang terdapat pada casing dengan benar.

8. Kemudian bautlah motherboard dengan dudukannya agar kuat dan tidak goyang.

9. Di contoh ini kita menggunakan motherboard yang sudah dilengkapi dengan VGA, Sound Card, dan LAN Card yang sudah menjadi satu dalam motherboard. Komponen yang sudah menjadi satu dengan motherboard disebut dengan komponen ON BOARD.

10. Setelah itu pasanglah CD ROM pada rak yang terdapat pada casing, dengan cara memasukkannya dari depan.


11. Kemudian bautlah CD ROM yang telah terpasang tadi dangan raknya agar tidak goncang. Kemudian pasangkan kabel power dan kabel data atau kabel ATA CD ROM pada motherboard.

12. Pasanglah harddisk pada rak yang terdapat pada casing dengan perlahan agar harddisk tidak terbentur. Karena komponen harddisk ini sangat rawan tehadap goncangan. Kemudian baut dengan kencang agar tidak goyang.

13. Setelah harddisk terpasang lalu pasang kabel data atau kabel ATA harddisk pada motherboard dan pada harddisk itu sendiri.
14. Pasang konektor power supply pada tempatnya yang terdapat di motherboard. Jika pemasangan ini salah maka akan mengakibatkan kerusakan yang fatal pada motherboard.
15. Kemudian tancapkan konektor power / restart / hdd lad / power lad dan pad konektor lainnya yang terdapat di motherboard seperti gambar berikut.

16. Setelah semua komponen telah terpasang kemudian pasang penutup casing dengan benar.


Selesai kemudian perakitan tersebut harus kita tes apakah berhasil atau tidak. Pasang kabel port VGA ke monitor kemudian power monitor dan CPU ke saklar listrik, selanjutnya hidupkan bila komputer dapat BOOTING maka perakitan berhasil. Bila tidak dapat BOOTING berarti perakitan belum sempurna, maka harus disempurnakan terlebih dahulu bila nanti ingin menginstal Sistem Operasi nya dengan cara cek kembali semua komponen yang telah terpasang apakah sudah benar atau tidak. Cara Merakit PC / Komputer Lengkap Beserta Gambarnya Terbaru

Kamis, 21 Mei 2015

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Sunaryo, ST
SMA Muhammadiyah Susukan......

Laju reaksi menyatakan besarnya perubahan konsentrasi pereaksi (reaktan) atau hasil reaksi (produk) dalam satuan waktu.
Untuk lebih lengkapnya mengenai definisi laju reaksi bisa dilihat di
laju reaksi
Sementara itu faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi antara lain
1. Konsentrasi
Semakin besar konsentrasi, semakin besar laju reaksi.
Konsntrasi semakin besar maka jumlah partikel yang bertumbukan
semakin banyak.
2. Suhu
Semua Laju reaksi berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi. Semakin besar suhu, maka laju reaksi semakin besar (laju reaksi semakin cepat).
Kenaikan 100C, laju reaksi menjadi 2 kali lebih cepat.
q = kelipatan 100C  -> q = (T1-T0)/10

Secara Umum :
v1 = n. vo      Atau   1/t1=n . 1/t0
Keterangan :
v0            = laju reaksi pada suhu T0
v1            = laju reaksi pada suhu T1
t0             = waktu pada suhu T0
t1             = waktu pada suhu T1
n             = koefisien suatu reaksi (laju reaksi berlangsung n kali lebih cepat setiap kenaikan a0C)
T0            = suhu mula-mula
T1            = suhu akhir

3. Luas Permukaan Sentuhan
Semakin besar luas permukaan zat reaktan, semakin cepat laju reaksi.
Cara memperluas permukaan adalah \dengan mengubah zat menjadi lebih kecil/halus sehingga tumbukan antar partikel zat pereaksi lebih besar.
4. Katalis
Katalis adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi.
Sifat-sifat katalisator antara lain :
  • Menurunkan energi aktivasi (energi minimum yang dimiliki pertikel-partikel agar tumbukan menghasilkan reaksi), artinya mengubah mekanisme reaksi.
  • Mempercepat laju reaksi baik reaksi maju maupun reaksi balik, karena komposisi katalis tidak berubah pada akhir reaksi.
  • Konsentrasi katalis semakin besar, reaksi semakin cepat.
  • Katalis bekerja pada suhu optimum.
  • Logam transisi (Pt, Ni, Fe) benyak digunakan sebagai katalis heterogen.
  • Katalis tidak mengubah ketetapan kesetimbangan (K)
  • Katalis bersifat selektif, artinya katalis pada suatu reaksi tidak bersifat katalis pada reaksi yang lain,
Ada juga zat-zat yang kerjanya berlawanan dengan kerja katalis, yaitu memperlambat atau menghentikan reaksi. Zat-zat semacam ini disebut antikatalis atau katalis negatif. Atau kadang disebut juga inhibitor.
Bila dalam suatu reaksi ada salah satu hasil reaksi yang memiliki sifat katalis maka disebut autokatalis. Reaksi ini memiliki cirri khas, yaitu mula-mula reaksi berjalan lambat, lama kelamaan makin cepat. Contoh : reaksi-reaksi Kalium Permanganat, KMnO4. Salah satu hasil reaksinya adalah MnO atau MnO2.
Jenis-jenis katalis :
a. Katalis Homogen
Yaitu katalis yang satu fase dengan zat yang dikatalis.
Misal : ion Fe3+ (aq)dalam reaksi pengurangan hidrogen peroksida. Konsentrasi katalis homogeny juga dapat mempengaruhi laju reaksi.
b. Katalis Heterogen
Yaitu katalis yang tidak satu fase dengan zat yang dikatalis.
Misal : Serbuk MnO2 pada penguraian kalium klorat.


Kesetimbangan Kimia
(sunaryo, ST), SMA Muhammadiyah Susukan
 

Kesetimbangan Kimia merupakan keadaan reaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan dan produk sama dan konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi pada reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan/pereaksi sama dengan laju terbentuknya produk/hasil reaksi.

Kesetimbangan kimia mempunyai sifat dinamis sehingga juga sering disebut kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan dinamis merupakan suatu reaksi bolak-balik pada saat keadaan konsentrasi tetap tapi sebenarnya tetap terjadi reaksi (terus-menerus). Kesetimbangan dinamis tidak terjadi secara makroskopis melainkan secara mikroskopis (partikel zat).

Ciri-ciri Keadaan Setimbang

  • Terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap.
  • Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang berlawanan.
  • Laju reaksi ke reaktan sama dengan laju reaksi ke produk.
  • Konsentrasi produk dan reaktan tetap.
  • Terjadi secara mikroskopis pada tingkat partikel zat.

Pergeseran Kesetimbangan Kimia

Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan

1. Pengaruh Konsentrasi Zat terhadap kesetimbangan kimia

Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser dari arah (menjauhi) zat yang ditambah konsentrasinya.
Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat dikurangi konsentrasinya.
Contoh : Pada persamaan reaksi berikut.
N2(g)+ 3H2(g)    <==> 2NH3(g)  H = -92 kJ
Apabila konsentrasi N2 ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena bila konsentrasi zat ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser dari arah yang ditambah konsentrasinya.
Apabila konsentrasi N2 dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena bila konsentrasi zat dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah yang ditambah konsentrasinya.

2. Pengaruh Tekanan dan Volume terhadap kesetimbangan kimia

Apabila tekanan pada sistem ditambah/volume diperkecil maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil. 
Apabila tekanan pada sistem diperkecil/volume ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar. 
Contoh : Pada persamaan reaksi berikut
N2(g)+ 3H2(g)   <==> 2NH3(g)  H = -92 kJ
Jumlah mol reaktan = 1 + 3 = 4
Jumlah mol produk = 2
Apabila tekanan pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena jika tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil yakni 2.
Apabila volume pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena jika volume sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil yakni 2.
Apabila tekanan pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena jika tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar yakni 4. 
Apabila volume pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena jika volume sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar yakni 4.

3. Pengaruh Temperatur terhadap kesetimbangan kimia

Apabila temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).
Apabila temperatur sistem dikurangi maka rekasi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang melepaskan kalor (eksoterm).
Contoh : Pada persamaan reaksi
[A] + [B] <==> [C]  H = -X
[C] merupakan reaksi eksoterm (melepaskan kalor) dan [A] + [B] merupakan reaksi endoterm (membutuhkan kalor).

Apabila temperatur dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).

Apabila temperatur diturunkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm).

Tetapan Kesetimbangan

Tetapan kestimbangan biasa disimbolkan dengan "K" atau "Kc"

Rumus Umum Kesetimbangan Kimia

Persamaan atau rumus umum kesetimbangan kimia yaitu, 
Kesetimbangan Kimia

Kesetimbangan Heterogen

Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi tidak sama, sehingga yang diambil untuk menentukan tetapan kesetimbangan adalah konsentrasi zat yang tetapan kesetimbangannya dipengaruhi yakni larutan dan gas.

Kesetimbangan Homogen

Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi sama, sehingga seluruh konsentrasi zat digunakan untuk menentukan tetapan kesetimbangan. Namun yang perlu diingat, bahwa yang dipengaruhi tetapan kesetimbangan hanya bentuk gas dan larutan saja.
Contoh Soal
Diketahui suatu reaksi kesetimbangan
2A + B <==> A2B
Pada kondisi awal di dalam bejana 2 liter terdapat 2 mol A dan 2 mol B. Jika dalam kesetimbangan
0,5 mol A, maka tetapan kesetimbangannya adalah....
Jawab
Dari permasalahan dapat ditentukan jumlah mol sebagai berikut.
Kesetimbangan Kimia
Jadi
Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Kimia

Volume dalam permaslahan di atas tidak berpengaruh karena akan saling menghilangkan.

Tetapan Kesetimbangan Parsial

Tetapan kesetimbangan parsial adalah perbandingan dari hasil kali tekanan pasrsial produk berpangkat kofisiennya masing-masing dengan tekanan pasrsial  reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing. Tetapan kestimbangan parsial disimbolkan "Kp".
Kesetimbangan Kimia
Ket :
p = tekanan parsial
Kesetimbangan Kimia

Ket :
pX = tekanan parsial yang dicari
nX = mol dari zat yang dicari tekanan parsialnya
En = total mol sistem
Ep = total tekanan parsial sistem

Contoh Soal 
Sebanyak 6 mol NH3 dipanaskan hingga menjadi N2 dan H2. Pada saat kesetimbangan tercapai tersisa 2 mol NH3 . Jika tekanan total campuran gas adalah 10 atm makan tentukanlah harga Kp.

Jawaban
Dari persoalan kita dapat temukan data sebagai berikut.
Kesetimbangan Kimia


Kesetimbangan Kimia
Total mol dalam sistem




Mancari tekanan parsial pada setiap zat dengan persamaan
Kesetimbangan Kimia




Sehingga didapatkan pNH3 = 2 atm, pN2 = 2 atm, dan pH2 = 6atm
Kesetimbangan Kimia

Hubungan Kesetimbangan Tekanan Parsial dengan Tetapan Kesetimbangan

Hubungan antara tetapan kesetimbangan parsial dengan tekanan kesetimbangan dinyatakan dengan persamaan :
Kesetimbangan Kimia
Ket :
R = kostanta gas
T = Suhu
p,q,m, dan n = kofisien dari zat yang bereaksi.

Derajat Disosiasi

Derajat disosiasi adalah nilai yang digunakan untuk mengetahui berapa bagian zat yang terdisosiasi. Persamaan derajat disosiasi yakni 
Kesetimbangan Kimia

Arti Tetapan Kesetimbangan

Tetapan kesetimbangan dapat digunakan untuk beberapa fungsi antara lain 
Memberi petunjuk tentang posisi kesetimbangan

Pada reaksi kesetimbangan, Kc dan Kp merupakan perbadingan konsentrasi atau tekanan parsial dari zat hasil reaksi (produk) dengan zat peraksi (reaktan) dalam keadaaan setimbang.
-Jika nilai Kc atau Kp besar menunjukkan bahwa reaksi tekanan berlangsung sempurna atau hampir sembpurna.
-Jika nilai Kc atau Kp kecil menunjukkan bahwa reaksi tekanan berlangsung sedikit.
Meramalkan arah reaksi
Apabila ke dalam persamaan tetapan kesetimbangan zat-zat hasil reaksi yag dimasukkan bukan merupakan keadaan setimbang maka harga diperoleh disebut quotion reaksi (Qc). Qc merupakan perbandingan konsentrasi-konsentrasi yang bentuknya sama dengan persamaan Kc dengan ketentuan sebagai berikut.
- Jika Qc < Kc maka reaksi akan berlangsung dari kiri ke kanan sampai terjadi keadaan setimbang.
- Jika Qc > Kc maka reaksi akan berlangsung dari kanan ke kiri sampai terjadi keadaan setimbang.
- Jika Qc = Kc maka terjadi keadaan setimbang.
terima kasih

Rabu, 20 Mei 2015

SOAL DAN KUNCI JAWABAN
KIMIA KELAS XI (SMK)




1.        Laju reaksi H2O (g)           H2O(l) dapat dinyatakan sebagai ….
A.     Laju bertambahnya konsentrasi H2O(l) dalam satu satuan waktu
B.     Laju berkurangnya konsentrasi H2O(l) dalam satu satuan waktu
C.     Laju berkurangnya konsentrasi H2O(l) dan H2O (g) dalam satu satuan waktu
D.     Laju bertambahnya tekanan system dalam satu satuan waktu
E.      Laju bertambahnya konsentrasi H2O(g) dalam satu satuan waktu
2.        Untuk reaksi P (g) --> R (g) rumus yang paling tepat untuk menyatakan laju reaksinya adalah ….

 
 
 
 
 
 
    

3.        Suatu tetapan yang harganya bergantung pada jenis pereaksi dan suhu disebut …

A.     Tetapan kesetimbangan
B.     Tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi
C.     Tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan
D.     Tetapan jenis reaksi
E.      Tetapan kenaikan titik didih

4.        Suatu reaksi aA + Bb    cC,dengan persamaan laju reaksi v = k [A]m [B]n, maka orde reaksi tersebut adalah ….

A.     m
B.     n
C.     (m+n)
D.     a, b, dan c
E.       (a+b)

5.        Berikut disajikan data percobaan untuk reaksi:     mA + n B →    qD
Percb.
[A] (M)
[B] (M)
V (M.s-1)
1
0,1
0,1
2
2
0,1
0,2
8
3
0,2
0,2
16
Orde reaksi terhadap A adalah ….

A.     1
B.     2
C.     3
D.     0
E.      ½

6.        Berikut disajikan data percobaan untuk reaksi:     mA + n B →    qD
Percb
[A] (M)
[B] (M)
V (M.s-1)
1
0,2
0,2
8
2
0,1
0,2
2
3
0,2
0,6
24
Persamaan laju reaksi yang sesuai dengan data percobaan di atas adalah ….  

A.     v = k [A] [B]
B.     v = k [A] [B]2
C.     v = k [A]2 [B]
D.     v = k [A] [B]3
E.      v = k [A]3 [B]

7.        Dari reaksi            2H2 (g) + 2NO (g) →  2H2O (l) + N2 (g)           diperoleh data eksperimen sebagai berikut:
Percb
[NO] (M)
[H2] (M)
V (M.s-1)
1
2
3
1
1
3
1
5
1
3 . 10-3
15 . 10-3
27 . 10-3
Harga tetapan laju reaksinya adalah ….

A.     3.10-3
B.     3.103
C.     1.103
D.     1.10-3
E.      9.10-3

8.        Laju reaksi
(v)

Konsentrasi (C)
Berdasarkan grafik di atas, dapat ditentukan orde reaksinya adalah ….

A.     0
B.     1
C.     2
D.     3
E.      4

9.        Reaksi antara 1 gram serbuk Mg dengan HCl 2 M lebih cepat dibandingkan reaksi antara 1 gram serbuk Mg dengan HCl 1,5 M. Hal ini disebabkan ….

A.     Makin kecil konsentrasi, makin besar laju reaksinya
B.     Makin besar  konsentrasi, makin kecil laju reaksinya
C.     Makin besar  konsentrasi, makin besar laju reaksinya
D.     Makin kecil luas permukaan sentuh, maka makin besar laju reaksinya
E.      Makin besar  luas permukaan sentuh, maka tidak reaksinya

10.    Faktor yang mempengaruhi laju reaksi  pada kejadian api unggun menggunakan ranting kayu (bukan kayu gelondongan) adalah ….

A.     Suhu
B.     Katalis
C.     Lamanya reaksi
D.     Luas permukaan
E.      Konsentrasi

11.    Pengertian reaksi irreversible adalah ….

A.       Reaksi yang setimbang jika reaksi berlangsung terus menerus
B.        Reaksi yang dapat balik
C.        Reaksi yang berlangsung secara tidak spontan
D.       Reaksi yang berlangsung searah
E.        Reaksi yang laju pembentukan produk sama dengan laju peruraian produk

12.    Reaksi kesetimbangan bersifat dinamis, ini berarti bahwa ….

A.       Secara mikroskopis reaksi terus berlangsung ke arah hasil reaksi dan ke arah pereaksi
B.        Secara mikroskopis dan makroskopis reaksi berlangsung terus menerus
C.        Reaksi berlangsung ke arah kanan dan kiri
D.       Zat hasil reaksi dapat terurai kembali menjadi pereaksi
E.        Secara makroskopis reaksi berlangsung terus menerus

13.    Bila dalam kesetimbangan :              N2 (g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g)  ditambah 1 mol NH3, maka ….

A.     Kesetimbangan akan bergeser ke kanan
B.     Kesetimbangan akan bergeser kekiri
C.     Kesetimbangan tidak akan bergeser
D.     Tekanan keseetimbangan akan turun
E.      Suhu kesetimbangan akan turun

14.    Reaksi kesetimbangan  :  CO (g) + 2H2(g) ↔ CH3OH (g)  ΔH = - 91,14 kJ. Apabila dalam system tersebut suhu dinaikkan, maka ….

A.     Kesetimbangan bergeser ke kanan
B.     CH3OH makin mudah terbentuk
C.     Reaksi bergeser kea rah eksoterm
D.     Kesetimbangan tidak terpengaruhi
E.      Kesetimbangan bergeser ke kiri

15.    Fungsi katalisator dalam reaksi kesetimbangan adalah ….

A.     Memperlambat tercapainya kesetimbangan
B.     Mempertahankan kesetimbangan
C.     Mempercepat tercapainya kesetimbangan
D.     Menguraikan kesetimbangan
E.      Mencegah terjadinya kesetimbangan

16.    Diketahui reaksi : CH4(g) + 2O2(g) ↔ CO2(g) + 2H2O(g) , maka rumus tetapan kesetimbangan k adalah ….

A.    
B.    
C.    
D.    
E.     

17.    Diketahui reaksi: S (s) + O2(g) ↔ SO2(g), maka rumus tetapan kesetimbangan parsial gas adalah ….

A.    
B.    
C.    
D.    
E.     

18.    Table di bawah ini yang menunjukkan perbedaan antara senyawa karbon organic dan senyawa karbon anorganik, pernyataan yang kurang tepat ….

SENYAWA KARBON ORGANIK
SENYAWA KARBON ANORGANIK
A.                   
Penyusun utamanya adalah karbon
Penyusun utamanya bukan karbon
B.                    
Semuanya berikatan secara kovalen
Sebagian berikatan ion, sebagian lain berikatan kovalen
C.                    
Umumnya tidak tahan panas
Umumnya tahan terhadap panas
D.                   
Sebagian besar larut dalam air
Sebagian besar tak larut dalam air
E.                    
Dapat membentuk rantai yang panjang
Tidak dapat membentuk rantai yang panjang
19.    Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang mengandung unsur-unsur ….

A.     Karbon dan oksigen
B.     Karbon dan nitrogen
C.     Oksigen dan hydrogen
D.     Hydrogen dan nitrogen
E.      Hydrogen dan karbon

20.    Perhatikan data di bawah ini:
NO
Nama Senyawa
hidrokarbon
1
Alkana
Alifatik
2
Alkena
Aromatic
3
Siklopropena
Alifatik
4
Benzena
Aromatic
Data  menyatakan hubungan yang sesuai antara senyawa dengan golongan senyawa hidrokarbon yaitu ….
A.       1 dan 2
D.     2 dan 3
B.        1 dan 4
E.      3 dan 4
C.        1 dan 3

21.    Perhatikan rumus struktur senyawa berikut:



Pada rumus tersebut terdapat …. atom C primer, ….atom C sekunder, …. atom C tersier, ….atom  C kuarterner.

A.     4, 2, 2, 1
B.     4, 3, 3, 1
C.     5, 2, 2, 2
D.     6, 2, 3, 2
E.      6, 3, 2, 1


22.    Senyawa di bawah ini termasuk dalam senyawa karbon alifatik ….
A.                                                                                     D.
                                                                    
B.                                                                                     E.
                                                                              

C.      
A.      
23.    Urutan senyawa alkana, alkena, dan alkuna berikut ini yang benar adalah ….

A.     C2H4, C3H4, dan C4H10
B.     C2H2, C2H6, dan C4H10
C.     C2H4, C3H6,  dan C4H8
D.     C2H6, C3H6, dan C4H6
E.      C2H6, C3H4, dan C4H8

24.    Dari senyawa berikut ini yang merupakan hidrokarbon jenuh adalah ….

A.     2-metil propana
B.     2-metil-1-butena
C.     1-pentuna
D.     2-butena
E.      3-heksuna

25.    Nama IUPAC yang benar untuk rumus senyawa dengan rumus struktur berikut adalah…..

A.     2-etil- 3,3-dimetil heksana
B.     3,3,5-trimetil heptana
C.     3,3-dimetil-2-etil heksana
D.     3,3,5-metil heptana
E.      2-etil-3,3-metil heksana

26.    Nama IUPAC yang benar untuk rumus senyawa dengan rumus struktur berikut adalah…..

A.     3-etil- 5-metil-3- heksena
B.     4-etil- 2- metIl-3- heksena
C.     2-metil - 4-etil-3- heksena
D.     5-metil-3-etil -3-heksena
E.      2,4-metil etil-3- heksena

27.    Perhatikanlah rumus senyawa berikut
(1)      C3H4                                      (4)        C5H12
(2)      C4H6                                      (5)        C6H14
(3)      C4H8                                      (6)        C7H14
Yang termasuk dalam satu deret homolog adalah ….

A.     (1) dan (3)
B.     (1) dan (2)
C.     (3) dan (5)
D.     (2) dan (4)
E.      (4) dan (6)

28.    Diketahui sifat-sifat kimia senyawa hidrokarbon sebagai berikut:
1)   Dapat mengalami reaksi pembakaran
2)   Dapat mengalami reaksi perengkahan
3)   Dapat mengalami reaksi substitusi
4)   Dapat mengalami reaksi adisi
Reaksi yang dapat terjadi pada alkana adalah  ….

A.     1, 2, 3, dan 4
B.     1, 2, dan 3
C.     1, 2, dan 4
D.     1 dan 2
E.      1 dan 3

29.    Kegunaan senyawa turunan benzene, yang banyak digunakan sebagai pengawet makanan dan minuman adalah …

A.     Fenol
B.     Asam benzoat
C.     Nitrobenzena
D.     Asam salisilat
E.      anilin

30.    Proses pengolahan minyak mentah berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponennya disebut ….

A.     Polimerisasi
B.     Knocking
C.     Kromatografi
D.     Distilasi bertingkat
E.      sentrifugasi

31.    Fraksi-fraksi minyak bumi berikut yang disusun berdasarkan urutan kenaikan titik didih adalah ….

A.     bensin, nafta, LPG
B.     nafta, kerosin, solar
C.     kerosin, nafta, solar
D.     solar, kerosin, nafta
E.      solar, nafta, kerosin

32.    Senyawa yang paling banyak terdapat dalam minyak bumi adalah ….

A.     Sikloalkana dan aromatic
B.     Alkanan dan heterosiklik
C.     Alkanan dan aromatic
D.     Alkana dan sikloalkana
E.      Heterosiklik

33.    Perhatikan senyawa-senyawa dibawah ini
I.                    Metana
II.                 Etana
III.               Propana
IV.              Butana
V.                 Isobutana
Senyawa-senyawa yang terdapat dalam elpiji (LPG) adalah ….

A.     I, II, III
B.     I, II, IV
C.     I, III, IV
D.     II, III, IV
E.      III, IV,V

34.    Bilangan oktan dari pertamax adalah ….

A.     80
B.     86
C.     88
D.     90
E.      92

35.    Di antara hasil pemecahan minyak bumi berikut yang digunakan sebagai bahan bakar pesawat terbang adalah ….

A.     Bensin
B.     Paraffin
C.     Solar
D.     Kerosin
E.      Avtur


B.     Soal Esai
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas dan benar !
1.      Atom karbon mempunyai sifat yang kas.buktikan dengan fakta tentang pernyataan tersebut !
2.      Sebutkan kegunaan etuna!
3.      Jelaskan perbedaan antara reaksi eksoterm dan endoterm!
4.      Sebutkan panas reaksi yang menyertai reaksi-reaksi pada thermokimia
5.      Dari reaksi C3H8 + O2 → H2O + CO2 diperoleh data sebagai berikut :
No
[C3H8] (M)
[O2] (M)
Waktu (s)
1
0.03
0,04
6
2
0.06
0.02
10
3
0.04
0.04
12
4
0.03
0.08
24
5
0.08
0.04
48

a.         Tentukan orde reaksi totalnya!
b.        Tuliskan persamaan laju reaksinya!
c.         Tentukan harga tetapan laju reaksinya!

Kunci Pilihan Ganda
1.   
A
11.          
B
21.          
E
31.  
B
2.   
E
12.          
A
22.          
E
32.  
D
3.   
D
13.          
B
23.          
D
33.  
E
4.   
C
14.          
E
24.          
A
34.  
E
5.   
A
15.          
C
25.          
B
35.  
E
6.   
C
16.          
C
26.          
B


7.   
A
17.          
B
27.          
B


8.   
B
18.          
D
28.          
C


9.   
C
19.          
E
29.          
B


10.          
D
20.          
B
30.          
D